Selasa, 14 Juli 2009

* tentang : dinding

Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata). Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain :
a. Dinding batu buatan : bata dan batako
b. Dinding batu alam/ batu kali
c. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirap
d. Dinding beton (struktural – dinding geser, pengisi – clayding wall/ beton pra cetak)

DINDING BATU BUATAN
A. DINDING BATA
Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural). Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)

B. DINDING BATAKO
Batako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1), kadang – kadang ditambah PC. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah, penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% - beban pondasi berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.


Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
a. Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.
b. Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
c. Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
d. Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
e. Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.

DINDING KAYU
A. DINDING KAYU LOG/ BATANG TERSUSUN
Kontruksi dinding seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah tradisional di eropa timur. Terdiri dari susunan batang kayu bulat atau balok. Sistem konstruksi seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/ pengikat lagi karena sudah merupakan dinding struktural.

B. DINDING PAPAN
Dinding papan biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran ± 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.

C. DINDING SIRAP
Dinding sirap untuk bangunan kayu merupakan material yang paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Selain itu juga memberikan perlindungan yang baik terhadap iklim, tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan. Konstruksi dinding sirap dapat dipaku (paku kepala datar ukuran 1”) pada papan atau reng, dengan 2 – 4 lapis tergantung kualitas sirap. (panjang sirap ± 55 – 60 cm).

DINDING BATU ALAM
Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1 tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya diperlukan.

* Struktur penguat dinding


Rangka bangunan adalah bagian dari bangunan yang merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban luar yang bekerja padanya. Untuk bangunan sederhana, rangka bangunan dapat dibuat dari tiang-tiang kayu (kolom) yang saling dihubungkan oleh batang-batang datar (balok). Pada bangunan rumah tinggal yang permanen, rangka bangunan dibuat dari konstruksi beton bertulang dengan dinding dari pasangan batu bata atau batako. Untuk bangunan bertingkat sederhana/rendah, umumnya berupa struktur rangka portal (frame structure) yaitu kerangka yang terdiri dari kolom dan balok.

Pada sistem rangka, dinding penyekat tidak diperhitungkan ikut mendukung beban. Dinding berfungsi hanya sebagai pembatas ruang. Dinding sebaiknya dibuat jangan terlalu tebal agar berat dinding dapat seringan mungkin, sehingga ukuran rangka portal dan pondasi dapat dibuat menjadi lebih kecil pula.

Rangka bangunan harus dibuat dengan beberapa syarat, antara lain :
  • Mempunyai kekuatan dan kestabilan yang mantap untuk memberikan bentuk yang permanen dan mampu mendukung konstruksi atap
  • Dapat memberikan keindahan
  • Dibuat dengan bentuk sedemikian, sehingga dapat memberikan kenyamanan tinggal bagi penghuni
Rangka portal harus direncanakan dan diperhitungkan kekuatannya terhadap beban-beban seperti :
  • Beban mati : berat dari semua beban bangunan yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, pekerjaan pelengkap (finishing), alat atau mesin yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rangka bangunannya.
  • Beban hidup : berat dari penghuni dan atau barang-barang yang dapat berpindah
  • Beban angin : beban yang bekerja pada bangunan atau bagiannya karena adanya selisih tekanan udara (hembusan angin kencang)
  • Beban gempa : besarnya getaran yang terjadi di dalam struktur rangka bangunan akibat adanya gerakan tanah oleh gempa, dihitung berdasarkan suatu analisa dinamik
  • Beban khusus : beban kerja yang antara lain berasal dari adanya selisih suhu, penurunan pondasi,susut bahan.
Untuk bangunan tidak bertingkat yang dinding-dinding penyekatnya dari pasangan batu bata, harus diberi perkuatan konstruksi beton bertulang praktis yaitu balok sloof, kolom praktis dan balok atas (ringbalk). Konstruksi beton bertulang praktis tidak diharuskan dilakukan hitungan mekanik untuk perencanaan dimensi beton dan jumlah penulangannya. Pemakaian konstruksi beton bertulang praktis pada bangunan tidak bertingkat selain sebagai perkuatan pasangan batu bata juga sebagai syarat untuk bangunan tahan gempa.

Balok sloof dipasang di atas seluruh panjang pondasi, untuk mendukung dan meratakan beban tembok di atasnya dan meneruskannya ke pondasi di bawahnya. Balok sloof ini juga berfungsi sebagai trasraam yang dapat mencegah naiknya air dari bawah ke atas tembok.
Ukuran balok sloof :
  • Untuk dinding ½ batu : 15/15 atau 15/20 atau 20/20
  • Untuk dinding 1 batu : 25/25 atau 25/30 atau 30/30
Agar balok sloof nantinya tidak mengganggu pemasangan bahan penutup lantai (tegel, keramik ) lantai, maka tinggi pemasangannya harus berada 10 cm di bawah permukaan lantai rencana. Tapi juga jangan terlalu jauh di bawah lantai, karena akan menyebabkan tinggi pasangan bata trasraam menjadi besar dan urugan pasir di bawah lantai menjadi sangat tebal.

Kolom praktis sebagai perkuatan dipasang pada :
  • Setiap jarak 3 m pada pasangan tembok lurus
  • Pertemuan-pertemuan tembok (pertemuan sudut, persilangan, dan sebagainya)
  • Kanan – kiri lubang pintu dan jendela untuk pegangan dan jepitan kusen

Kolom praktis dapat berfungsi sebagai tiang pendukung yang berdiri bebas. Ukuran tampang beton untuk kolom praktis ini dibuat sama dengan tebal temboknya, agar dapat diperoleh permukaan dinding yang rata dan rapi, Untuk dinding ½ batu dapat digunakan ukuran 15/15 atau 15/20. Untuk dinding 1 batu dapat digunakan ukuran 25/25 atau 25/30. Kolom praktis ini dibagian bawah bertumpu dan dijepit pada balok sloof, sedang bagian atas dirangkai menjadi satu oleh balok atas.

Supaya antara kolom praktis dan tembok batanya menjadi satu dan mempunyai hubungan yang kuat, maka pada kolom praktis diberi angker yang mengait pasangan bata di bagian kanan – kiri kolom. Adukan betonnya di cor sesudah pasangan bata selesai dikerjakan lebih dahulu. Pada bagian atas pasangan bata diberi suatu balok penjepit yang disebut balok atas, Fungsinya untuk meratakan beban kuda-kuda dan rangka plafon ke dinding atau kolom di bawahnya. Bila pasangan bata lebih dari 4 m, maka balok atas harus dipasang di 2 (dua) tempat yaitu di tengah (di atas kusen pintu dan jendela) dan di atas pasangan bata tersebut. Ukuran beton dan isi tulangan untuk balok atas dibuat sama dengan ukuran balok sloof.


Dinding pasangan bata di atas balok sloof harus dibuat kedap air/ trasraam dengan campuran 1 semen : 2 pasir. Hal ini untuk mencegah naiknya air secara kapiler ke atas. Tinggi pasangan trasraam dibuat 20 cm di bawah dan di atas lantai +/- 0,00. Apabila sudah dipakai balok sloof, tinggi trasraam mulai balok sloof sampai 20 cm di atas lantai +/- 0,00. Pasangan trasraam ini juga dibuat pada bagian-bagian lain yang selalu basah atau selalu terkena air seperti dinding kamar mandi, tempat cucian dan dinding di luar yang tidak terlindung atap. Untuk dinding kamar mandi pasangan trasraam dapat dibuat dengan ketinggian sampai dengan 1,50 m dari atas lantai.

Untuk merekatkan bata-bata sebagai pasangan tembok, dipakai adukan perekat 1 kapur : 1 semen merah : 2 pasir atau 1 semen : 5 pasir. Bahan-bahan ini dicampur dalam keadaan kering dan disaring halus. Bagian yang berbutir besar dibuang, yang dipakai hanya bahan yang dapat melewati saringan. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur air sampai diperoleh adonan yang lekat. Untuk adukan dari semen dan pasir, yang disaring cukup pasirnya saja dan butiran yang dapat lewat saringan yang dipakai sebagai campurannya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan dinding dari batu bata :
  • Bata harus dibasahi sampai gelembung udara dalam bata ke luar semua
  • Tidak boleh ada perekat tegak yang merupakan satu garis lurus dari bawah sampai ke atas. Untuk pasangan ½ batu selisih perekat tegak ½ batu dan untuk pasangan 1 batu selisih perekat tegak ¼ batu.
  • Bata potongan yang kurang dari ½ batu sebaiknya tidak dipergunakan lagi
  • Ketinggian pemasangan bata setiap harinya tidak lebih dari 1 m
  • Untuk memperoleh pasangan bata yang tegak dan lurus, dipakai bantuan batang kayu yang dipasang berdiri tegak lurus pada kedua tepinya.
Untuk membuat dinding pasangan bata menjadi halus, rapi dan bersih dapat ditutup dengan lapis penutup yang disebut plesteran. Bahan campuran untuk plesteran dibuat sama dengan bahan untuk pasangan batanya. Pada plesteran tepi atau sponneng harus dibuat dengan campuran 1 semen : 2 pasir agar kuat dan tidak mudah rusak. Tebal plesteran antara 1,5 – 2 cm. Pasangan bata yang akan diplester harus dibasahi, dibersihkan dari kotoran dan lumut yang melekat. Untuk memberi warna pada plesteran dapat dipakai kapur atau cat tembok. Pada dinding luar harus digunakan cat tembok yang tahan terhadap pengaruh cuaca luar agar tidak mudah mengelupas dan luntur.

Selasa, 07 Juli 2009

* tentang desain rumah minimalis

Apa yang menarik dari desain rumah minimalis? Simpel, Elegan. Dan: lain dari pada yang lain. Tentu saja lain daripada yang lain, kalau lingkungan sekitar Anda tidak ada rumah minimalis. Tetapi kalau seluruh lingkungan bergaya minimalis, tentu jadinya seragam lagi. Lebih daripada sekedar gaya atau model rumah, minimalis semestinya mencerminkan filosofi hidup Anda. Kalau tidak, konsep minimalis bukanlah konsep yang tepat untuk rumah Anda. Pertanyaannya: filosofi hidup macam apa yang cocok dengan konsep minimalis?

1. Anda lebih mementingkan yang esensial, yang mendasar, daripada segala ornamen atau hiasan.
Bahasa lainnya: ambil yang penting saja, fungsional. Kalau itu bukan hal penting, boleh dibuang atau disingkirkan. Penerapannya dalam desain minimalis, misalnya di ruang duduk: sofa, coffee table, credensa mungkin sudah cukup. Ornamen ukiran tidak esensial untuk seorang yang bergaya minimalis. Dekorasi rumah seperti lukisan, vas bunga, dipilih sesedikit mungkin. Dan diletakkan sebagai aksen agar rumah tidak membosankan. Tetapi juga tidak penuh dengan barang. Di atas meja mungkin sebuah vas bunga yang simple sudah cukup. Di dinding, satu dua lukisan dan foto barangkali sudah lebih dari cukup.

2. Anda lebih mementingkan kualitas dari pada kuantitas.
Sedikit tapi bermutu. Diterapkan dalam desain berarti: daripada banyak barang, desain minimalis hanya mengambil yang sungguh berguna dan disuka. Ruang banyak dibiarkan lega sebagai bagian dari interior itu sendiri. List plafon tidak diperlukan. Apalagi yang berukir-ukir dihindari. Justru pertemuan antara plafon dan dinding yang dibuat sangat rapi lebih diutamakan.

3. Anda menyukai kebersihan.
Anda tidak biasa melihat meja makan yang penuh dengan makanan dan piring sepanjang waktu. Anda tidak bisa membiarkan kitchen set Anda penuh dengan piring kotor. Anda tidak bisa membiarkan tempat tidur yang berantakan ketika tidak dipakai. Anda tidak nyaman berada pada kamar mandi yang basah sepanjang waktu. Diterapkan dalam desain: berarti Anda ingin membuat semua sudut di ruangan atau dirumah mudah dibersihkan. Tidak ada permukaan yang sulit dijangkau untuk dibersihkan.

Apakah Anda seorang yang cocok punya rumah bergaya minimalis? Cobalah cek di kamar tidur atau di ruang tamu Anda. Berapa banyak barang yang tidak esensial di situ? Kalau ada banyak foto, ada banyak hiasan, ada banyak sovenir yang Anda pajang, mungkin Anda tidak cocok dengan gaya rumah minimalis.

Cek juga meja makan Anda: apakah Anda biasa membiarkan makanan dan jajanan ada di atas meja makan sepanjang waktu? Atau, Anda lebih suka meja makan yang kosong bersih tanpa taplak meja dan hanya tersedia makanan di saat makan. Selesai makan, semua dibersihkan. Hmm, mungkin Anda cocok punya rumah minimalis... ^_^

sumber: annahape

Senin, 06 Juli 2009

* "refreshing" : tentang sudoku

Sudoku (数独, sūdoku), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.

Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.

Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".

Anda bisa mencobanya di bagian samping blog...

* lingkup jasa arsitek dalam desain bangunan


Banyak orang yang awam dalam hal desain eksterior ataupun interior arsitektur sehingga menjadi ragu menggunakan jasa studio desain arsitektur karena khawatir biayanya mahal. Tidak sedikit juga email yang datang kepada saya yang sekedar bertanya berapa harga desain eksterior atau interior, atau berapa biaya jasa desain dengan arsitek. Tips di bawah ini mungkin berguna bagi anda, bila anda termasuk awam dalam hal desain arsitektur.

***

Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara desain eksterior dan interior, meskipun keduanya sama-sama mendesain yaitu mendesain ruang. Desain eksterior adalah desain tampak luar sebuah bangunan baik itu dengan tampilan 3D (tiga dimensi) ataupun dengan goresan tangan (skets). Sedangkan desain interior adalah desain tampak dalam sebuah ruang atau bangunan, kebanyakan pada desain interior tidak hanya menampilkan ruang-ruang dalam sebuah bangunan/gedung tapi juga beserta isi atau perabotannya. Misalnya mendesain ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, ruang kerja, atau dapur. Termasuk di dalamnya adalah furniture, tetapi tidak terbatas pada barang furniture seperti lemari, meja, kitchen set atau tempat tidur. Desain interior bermain dengan seluruh elemen dalam ruang itu, baik warna cat dinding, lantai, plafon maupun pencahayaan (lighting).

Karena baik desain eksterior maupun interior mencakup bidang jasa yang luas, maka harga jasa pun ditentukan oleh berapa luas scope atau lingkup pekerjaan desain eksterior maupun desain interior.

Misalnya untuk jasa arsitektur lingkupnya bisa minimal, sedang atau penuh. Yang termasuk kategori minimal adalah jasa pembuatan gambar arsitektur yaitu gambar denah, gambar situasigambar tampak, gambar potongan, gambar rencana sanitair, rencana kelistrikan dsb yang biasa disebut sebagai gambar kerja atau gambar bestek.

Yang termasuk kategori "sedang" adalah jasa "minimal" ditambah dengan gambar tampak eksterior 3D dan estimasi biaya (RAB). Sedangkan jasa "penuh" meliputi kategori "sedang" ditambah dengan gambar perspektif 3D interior, estimasi biaya (RAB), dan rencana jadwal pembangunan (time schedule kerja).

Selain jasa arsitektur tersebut Anda juga dapat sekaligus meminta jasa pembangunan/kontraktor. Itu berarti anda meminta jasa design and built.

Setiap kantor/studio arsitek mempunyai cara menghitung tarif jasa yang berbeda-beda. Ada yang berdasarkan pada persentase, pada jumlah m2 (luas bangunan), atau pada jam kerja (khususnya bila hanya meminta jasa pengawasan). Sejauh ini kami menggunakan tarif jasa desain dengan berdasar pada luas bangunan (Rp/m2).

Bila di dasarkan pada persentase, kisaran biaya arsitek (jasa penuh) adalah 2% s.d. 10% dari total biaya (RAB). Semakin besar bangunan Anda tentu semakin kecil nilai persentasenya. Bahkan untuk desain bangunan besar seperti mall atau perkantoran, desain feenya sering kali kurang dari 1%. Nah, Anda tentu dapat menghitung sendiri, maksimal biaya yang dikeluarkan dengan patokan rata-rata pembangunan rumah kualitas standard sekitar Rp 2 juta per meter perseginya.

Jasa desain interior pun menggunakan hitungan persentase yang mirip. Umumnya, untuk interior banyak orang lebih suka meminta jasa desain and built. Artinya Anda meminta jasa desain ruang, sekaligus membuat perabotannya, termasuk pengecatan dinding, pembuatan lantai, plafon sampai lighting. Nah, kalau itu dilakukan desain feenya bisa Anda tawar sampai 0%. Kami pun biasa memberikan gratis fee desain bila klien kami meminta jasa design and built.

Ada juga orang yang melakukan secara bertahap. Artinya desain interiornya dibuat dulu secara keseluruhan, sedang pengisiannya dilakukan secara bertahap. Strategi ini adalah strategi yang baik untuk menghindari komposisi isi rumah menjadi tidak harmonis. Ketika budget sudah mencukupi Anda dapat mulai mengisi furniturenya satu persatu. Yang penting ketika anda mulai melakukan proses desain Anda menentukan terlebih dahulu tema/langgam desain rumah Anda (etnik, minimalis, retro, modern atau eklektik/campuran berbagai langgam).

Jumat, 03 Juli 2009

* keuntungan desain dgn jasa arsitek

Proses desain idealnya menggunakan jasa seorang ahli perancang bangunan atau arsitek. Dari tangan ahli seorang arsitek akan didapat sebuah bentuk bangunan yang serasi dan sesuai dengan luas tanah yang ada. Keuntungan lainnya adalah ruang dapat dimanfaatkan maksimal sesuai fungsi sehingga terasa nyaman. Secara umum tidak semua orang mengetahui berapa meter persegi ruang tidur atau ruang keluarga yang dibutuhkan. Namun, minimal ruang gerak setiap orang adalah 1,20 m sesuai dengan pandangan kesehatan, seperti sirkulasi udara yang teratur dan pencahayaan di setiap ruang harus dapat dipenuhi.
Mengatur tata letak ruang merupakan problem bagi orang awam dalam mendirikan sebuah bangunan, sebab menyangkut bidang arsitektur. Tidak semua orang akan menyerahkan desain bangunannya pada seorang ahli rancang bangun (arsitek), terutama bagi mereka yang mempunyai luas tanah sempit dan tidak memiliki keuangan yang memadai. Biasanya mereka mendesain sendiri bangunannya atau meminta jasa tukang bangunan atau mandor.

* tentang struktur bangunan : "Kolom"

Kolom adalah suatu bagian dari struktur bangunan yang berfungsi sebagai penguat suatu bangunan pada sektor vertikal. Struktur daripada Kolom bisa berupa Beton Bertulang, Kayu, Baja, dsb.
Pada umumnyaKolom pada bangunan rumah tinggal ada dua macam

1. Kolom Utama

Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya.
Untuk rumah tinggal disarankan jarak maksimum kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk
menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung.
Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).






2. Kolom Praktis

Yang dimaksud dengan Kolom Praktis yaitu kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3 - 3,5 m, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut).
Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20.