Selasa, 05 Mei 2009

* Griya Lestari Arsitektur : Job Description...

Jenis pekerjaan yang kami tawarkan di Griya Lestari Arsitektur

1. Pekerjaan desain skematik arsitektural
Desain Skematik atau sering disebut juga desain premilinary merupakan tahapan awal mendesain sebuah bangunan. Semua dimulai dari eksplorasi ide, imajinasi, dan keinginan yang disajikan dalam sketsa-sketsa 3 Dimensi, dan inilah tahap paling pertama sekaligus paling penting dan paling menentukan hasil akhir sebuah desain.
Apabila tahap skematik desain berhasil dilewati dengan baik, niscaya tahap-tahap desain berikutnya tinggal megikuti saja dan hasilnya pun akan sama baiknya karena basisnya saja sudah baik.
Karena ini merupakan tahap paling krusial, maka tidak heran apabila proses skematik desain akan memakan waktu lebih lama dari proses-proses lainnya. Komunikasi dan proses asistensi pun terasa sangat intensif antara konsultan desain dengan kliennya, dan semua diakhiri dengan kesepakatan atau lebih tepatnya persetujuan klien terhadap desain yang diajukan konsultan desain.
Proses desain skematik bangunan memanfaatkan teknologi software 3 Dimensi, dengan full realistic rendering untuk menampilkan wujud bangunan yang semirip mungkin aslinya, menggunakan real material dan lighting effect (studi pencahayaan) sehingga klien akan mudah sekali memahami wujud rumah tinggal yang menjadi idamannya kelak.
Sebagai output dari hasil desain skematik, klien akan disajikan sebuah paket desain skematik tercetak full colour, disertai satu jilid gambar terukur, denah, tampak bangunan, dan potongan bangunan terukur, dengan penjelasan dimensi ruang, dimensi ketinggian bangunan, dan informasi material bangunan (spesifikasi teknis).

2. Pekerjaan Gambar Kerja & Detail Kerja untuk Pelaksanaan
Ketika tahap desain skematik atau preliminary sudah selesai, kita lanjutkan ke tahap pembuatan gambar kerja atau gambar pelaksanaan.
Penting untuk diingat! Syarat utama dimulainya pembuatan gambar kerja adalah sudah selesainya tahapan desain skematik. Selesai disini dalam arti desain skematik harus sudah final atau fix, dan sebisa mungkin tidak akan mengalami perubahan lagi.
Mengapa harus demikian?
Dalam tahap gambar kerja, kita akan mendetailkan setiap aspek dari desain. Setiap komponen desain akan di tonjolkan, diberi informasi selengkapnya, serta diberi ukuran sejelas-jelasnya. Dimensi, level, jenis material, dan detail finishing lainnya, harus dijelasnya selengkap-lengkapnya. Semua ini penting agar dalam pelaksanaan nanti tidak akan terjadi pertanyaan-pertanyaan karena kebingungan akibat ketidakjelasan desain, sehingga pekerjaan pembangunan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu dan sesuai keinginan klien.
Nah, apabila dalam tahap ini desain skematik masih berubah-berubah, akan sangat menghambat pekerjaan secara keseluruhan, mengingat satu perubahan kecil saja pada desain skematik akan merubah banyak gambar detail kerja dari setiap sudut pandang.
Jadi, penting untuk menyelesaikan terlebih dahulu skematik desain sampai tuntas sebelum masuk ke tahap ini.
Output akhir adalah satu jilid gambar kerja dalam skala yang proporsional, misal 1 : 100, bisa pada kertas ukuran A4, A3, atau sesuai dengan luas bangunan (semakin luas bangunan, semakin luas bidang gambar yang dibutuhkan). Gambar kerja ini terdiri dari:

Gambar kerja arsitektur :

- Denah masing-masing lantai bangunan
- Denah rencana atap
- Tampak semua sisi bangunan
- Potongan
- Denah pola keramik lantai
- Denah plafond
- Rencana kusen, pintu dan jendela
- Detail-detail ornament

Gambar kerja struktur :
(Akan lebih akurat dan jauh lebih efisien apabila digambar berdasarkan Perhitungan Struktur oleh Struktur Engineer. Lihat paket pekerjaan selanjutnya di bawah ini, pada point 3, "perhitungan Struktur")

- Rencana pondasi
- Rencana sloof
- Rencana pembalokan
- Rencana plat lantai
- Struktur atap/Rencana atap
- Detail pondasi
- Detail sloof dan balok
- Detail plat lantai

Gambar ME & Plumbing :

- Rencana instalasi jaringan listrik
- Rencana titik lampu dan armatur
- Rencana jaringan air bersih
- Rencana jaringan air kotor
- Detail septictank

3. Perhitungan Struktur
Menghitung beban struktur bangunan untuk menentukan dimensi struktur (dimensi balok, kolom beton, dll) beserta dimensi dan jumlah pembesiannya.
Perhitungan biasanya disertai Copy dari SIBP (Surat Ijin Bekerja Perencana) milik struktur engineer, atau berupa cantuman nama terang dan tanda tangan dari struktur engineer yg menghitung, sebagai pertanggungjawaban keamanan dan efisiensi struktur, juga sebagai syarat WAJIB pengurusan IMB bangunan 2 lantai (atau lebih) untuk daerah Yogyakarta dan Jateng.
Mungkin sebagian besar orang masih ragu akan pentingnya sebuah Perhitungan Struktur dalam paket desain rumah tinggal.
Kebanyak mungkin masih berpendapat bahwa memborongkan pekerjaan pembangunan pada seorang mandor dan menyerahkan semua keputusan-keputusan struktur kepadanya adalah hal yang paling praktis dan paling mudah.
Atau mungkin sedikit lebih baik lagi dengan merencanakan gambar struktur disertai gambar detail dimensi struktur beton tatapi hanya di “kira-kira” atau ambil dimensi teraman, terbesar, dan terkuat, biarpun mungkin bebannya tidak membutuhkan dimensi sebesar itu.


Tapi prinsip “kira-kira” atau “tembak langsung di lapangan” justru memiliki 2 resiko besar yaitu:

Pemborosan akibat mengambil dimensi ter-aman, terbesar dan terkuat, mengingat mahalnya harga semen dan besi beton, juga tingginya persentase pekerjaan struktur dalam sebuah bangunan sekitar 40-50% dari total bobot pekerjaan.
Sangat berbahaya apabila ternyata hasil “kira-kira” tidak cukup kuat menahan beban dan dampaknya anda bisa tebak sendiri.
Dengan 40% bobot struktur dalam biaya pembangunan, bayangkan kalau anda dapat menghemat 5-10% saja dengan memanfaatkan perhitungan struktur yang akurat sehingga menghasilkan desain yang sesuai beban dan sesuai kebutuhan material, maka anda dapat menghemat puluhan juta rupiah.

4. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Setelah semua desain di atas selesai, baru kita dapat masuk ke tahapan terakhir yaitu menghitung estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan. Di sini semua aspek finansial bangunan diperhitungkan secara matang, mulai dari upah pekerja, volume material, biaya pembelian material, fee kontraktor, pajak (kalau ada), bahkan biaya-biaya tak terduga lainnya.
Dengan berbekal laporan RAB, pemilik proyek dapat memegang kontrol budget pembangunan dengan aman.
Bahkan sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, RAB yang anda miliki dapat membantu anda dalam bernegosiasi dengan kontraktor (pelaksana pembangunan). Dengan dasar RAB, anda dapat tawar menawar, meralat, atau bahkan mengendalikan pengeluaran kontraktor anda. Sehingga cash flow selama proses pembangunan akan terpantau dengan baik. Ini sangat penting untuk menjaga keamanan plafond budget anda, agar tidak kebobolan.