Senin, 06 Juli 2009

* lingkup jasa arsitek dalam desain bangunan


Banyak orang yang awam dalam hal desain eksterior ataupun interior arsitektur sehingga menjadi ragu menggunakan jasa studio desain arsitektur karena khawatir biayanya mahal. Tidak sedikit juga email yang datang kepada saya yang sekedar bertanya berapa harga desain eksterior atau interior, atau berapa biaya jasa desain dengan arsitek. Tips di bawah ini mungkin berguna bagi anda, bila anda termasuk awam dalam hal desain arsitektur.

***

Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara desain eksterior dan interior, meskipun keduanya sama-sama mendesain yaitu mendesain ruang. Desain eksterior adalah desain tampak luar sebuah bangunan baik itu dengan tampilan 3D (tiga dimensi) ataupun dengan goresan tangan (skets). Sedangkan desain interior adalah desain tampak dalam sebuah ruang atau bangunan, kebanyakan pada desain interior tidak hanya menampilkan ruang-ruang dalam sebuah bangunan/gedung tapi juga beserta isi atau perabotannya. Misalnya mendesain ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, ruang kerja, atau dapur. Termasuk di dalamnya adalah furniture, tetapi tidak terbatas pada barang furniture seperti lemari, meja, kitchen set atau tempat tidur. Desain interior bermain dengan seluruh elemen dalam ruang itu, baik warna cat dinding, lantai, plafon maupun pencahayaan (lighting).

Karena baik desain eksterior maupun interior mencakup bidang jasa yang luas, maka harga jasa pun ditentukan oleh berapa luas scope atau lingkup pekerjaan desain eksterior maupun desain interior.

Misalnya untuk jasa arsitektur lingkupnya bisa minimal, sedang atau penuh. Yang termasuk kategori minimal adalah jasa pembuatan gambar arsitektur yaitu gambar denah, gambar situasigambar tampak, gambar potongan, gambar rencana sanitair, rencana kelistrikan dsb yang biasa disebut sebagai gambar kerja atau gambar bestek.

Yang termasuk kategori "sedang" adalah jasa "minimal" ditambah dengan gambar tampak eksterior 3D dan estimasi biaya (RAB). Sedangkan jasa "penuh" meliputi kategori "sedang" ditambah dengan gambar perspektif 3D interior, estimasi biaya (RAB), dan rencana jadwal pembangunan (time schedule kerja).

Selain jasa arsitektur tersebut Anda juga dapat sekaligus meminta jasa pembangunan/kontraktor. Itu berarti anda meminta jasa design and built.

Setiap kantor/studio arsitek mempunyai cara menghitung tarif jasa yang berbeda-beda. Ada yang berdasarkan pada persentase, pada jumlah m2 (luas bangunan), atau pada jam kerja (khususnya bila hanya meminta jasa pengawasan). Sejauh ini kami menggunakan tarif jasa desain dengan berdasar pada luas bangunan (Rp/m2).

Bila di dasarkan pada persentase, kisaran biaya arsitek (jasa penuh) adalah 2% s.d. 10% dari total biaya (RAB). Semakin besar bangunan Anda tentu semakin kecil nilai persentasenya. Bahkan untuk desain bangunan besar seperti mall atau perkantoran, desain feenya sering kali kurang dari 1%. Nah, Anda tentu dapat menghitung sendiri, maksimal biaya yang dikeluarkan dengan patokan rata-rata pembangunan rumah kualitas standard sekitar Rp 2 juta per meter perseginya.

Jasa desain interior pun menggunakan hitungan persentase yang mirip. Umumnya, untuk interior banyak orang lebih suka meminta jasa desain and built. Artinya Anda meminta jasa desain ruang, sekaligus membuat perabotannya, termasuk pengecatan dinding, pembuatan lantai, plafon sampai lighting. Nah, kalau itu dilakukan desain feenya bisa Anda tawar sampai 0%. Kami pun biasa memberikan gratis fee desain bila klien kami meminta jasa design and built.

Ada juga orang yang melakukan secara bertahap. Artinya desain interiornya dibuat dulu secara keseluruhan, sedang pengisiannya dilakukan secara bertahap. Strategi ini adalah strategi yang baik untuk menghindari komposisi isi rumah menjadi tidak harmonis. Ketika budget sudah mencukupi Anda dapat mulai mengisi furniturenya satu persatu. Yang penting ketika anda mulai melakukan proses desain Anda menentukan terlebih dahulu tema/langgam desain rumah Anda (etnik, minimalis, retro, modern atau eklektik/campuran berbagai langgam).