Selasa, 07 Juni 2016

Rumah Tropis Konsep Basah dan Kering

Rumah Tropis Konsep Basah dan Kering

Bangunan di wilayah tropis akan banyak diterpa paparan sinar matahari. Namun, ada perbedaan antara bangunan di iklim tropis basah dan kering. Semua bentuk bangunan tersebut tidak lain untuk memberikan kenyamanan penghuninya.
Bangunan dan iklim memiliki kaitan yang sangat erat. Pasalnya, bentuk bagunan tidak sekedar sedap dipandang mata. Kenyamanan penghuni menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingan. Hal ini tidak lain. agar mereka betah tinggal di rumah.
Desain arsitektur rumah tropikal merupakan desain yang banyak dikembangankan mengingat banyak masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Bukaan lebar untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih leluasa merupakan ciri khas bangunan tropis. Namun tidak itu saja, karena ada perbedaan iklim tropis, seperti di Indonesia dan kawasan negara-negara Mediterania. Indonesia memiliki iklim tropis panas cenderung lembab karena curah hujan yang tergolong tinggi. Sedangkan, kawasan Mediterani memiliki iklim tropis panas cenderung kering. Perbedaan iklim tersebut akan berefek terhadap perbedaan bentuk bangunan.
Untuk kondisi Indonesia, Probo Hindarto, arsitek dari astudio architect, sebuah biro arsitek di Malang mengatakan bahwa atap memiliki fungsi utama agar rumah terasa lebih nyaman. “Atap dibuat miring agar dapat melindungi panas,” ujar dia yang dihubungi Kamis (30/6). Kemiriangan atap digunakan untuk menyimpan panas antara atap dan plafon. Sehingga, panas tidak langsung masuk ke ruang-ruang di dalam rumah yang terletak di bawah atap.
Selain itu, kemiringan atap dapat dimanfaatkan agar air hujan tidak menggenang di atas tanah. Hujan yang turun mengenai atap dapat langsung turun ke tanah. Selain itu, atap sekaligus dapat sebagai tampias untuk jendela maupun pintu agar tidak langsung terkena air hujan.
Lapang-dengan-Fasad-Modern-Tropis
Selain secara tipologi bangunan, dinding rumah dapat dibuat dengan ketinggian di atas rata-rata. Dengan begitu, tembok yang mengelilingi di dalam ruangan akan terlihat lebih tinggi selain itu ventilasi udara lebih lancar. Alhasil, ruangan akan terasa lebih nyaman dan sejuk. Penghuni rumah tidak perlu repot-repot memasang pendingin udara.
Dari segi interior, perkakas yang terbuat dari bahan alam akan membuat ruangan terasa lebih sejuk. “Interior dapat dibuat dari batu alam maupun unsur kayu-kayuan,” ujar arsitek yang banyak membuat desain arsitektur rumah bergaya tropis moderen dengan meminimalkan detail dan lebih banyak bermain pada komposisi ini.
Pohon merupakan unsur alami yang dapat digunakan untuk memberikan kesejukan dan menambah estetika rumah. Pohon dapat ditempatkan di sekitar halaman rumah untuk mengurangi panas matahari. Selain itu, pohon dapat ditempatkan di dalam ruangan untuk menambah sejuk suasana rumah.
Saat ini, beberapa desain rumah dilengkapi dengan kisi untuk meredam panas sinar matahari. Biasanya, kisi dipasang di depan jendela sehingga panas sinar matahari tidak langsung menembus kaca maupun tembok. Suhu udara di dalam ruangan dapat lebih dikendalikan selain itu dapat menghemat penggunaan pendingin ruangan.
Jika iklim tropis di Indonesia lebih banyak diatasi dengan atap miring maupun tembok bangunan yang dibuat miring. Di daerah Mediterania, rumah-rumah justru dibuat tanpa kanopi dengan atap gundul. “Karena di daerah tersebut jarang hujan,” ujar Probo. Namun sebagai gantinya, tembok bangunan dibuat lebih tebal untuk mengurangi panas sinar matahari. Sehingga meski, rumah tampak seperti kepompong namun tetap nyaman sebagai tempat tinggal karena pasalnya, rumah sesuai dengan iklim di negara setempat. 
sumber: koran-jakarta.com