Sabtu, 23 Juli 2016

5 Tips Membuat Dry Garden di dalam Rumah


Dry garden merupakan taman kering yang tidak membutuhkan banyak air. Dry garden umumnya dipilih karena terbatasnya intensitas cahaya matahari. Dry garden bersifat fleksibel sehingga dapat ditempatkan di berbagai ruang di dalam rumah sesuai selera.
Selain memperindah ruangan dari segi estetika, dry garden juga dapat menyejukkan ruangan. Dry garden bisa diterapkan di dekat ruang keluarga atau ruang makan untuk melengkapi suasana saat beraktivitas.
Komposisi dry garden biasanya hanya berupa batu-batuan, koral, kerikil, pasir dan beberapa pot tanaman. Karena taman kering berisi tanaman dengan kebutuhan air sedikit, tingkat perawatannya terbilang mudah dan tidak menyita waktu. Berikut 5 tips membuat taman kering di dalam rumah:

Pilih Tanaman yang Tidak Membutuhkan Banyak Cahaya dan Air

Tanaman yang biasanya ada di dry garden adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari secara penuh dan tidak membutuhkan banyak air. Anda bisa memilih tanaman seperti bromelia, kaktus, pandan bali, atau lidah mertua.

Menambahkan Nuansa Air

Jika ingin membuat suasana semakin asri, bisa menambahkan unsur air berupa kolam, air mancur, atau air terjun. Suara gemericik air bisa menciptakan suasana yang sejuk dan memberikan efek menenangkan. Namun, perlu diperhatikan juga perawatannya, agar dry garden tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Sebagai Tempat Relaksasi

Jika Anda ingin merasakan relaksasi di taman kering, pastikan bagian Anda bersantai cukup nyaman. Anda bisa memilih rumput sintetis, bebatuan atau kerikil, pasir yang nyaman diduduki. Atau Anda bisa meletakkan dry garden berdekatan gazebo di dalam rumah. Cukup menaruh matras, selain bisa bersantai Anda juga bisa bermeditasi. Selain memperindah dan menyejukkan ruangan, dry garden juga bisa digunakan sebagai tempat meditasi atau kontemplasi.

Artwork Unik di Taman Kering

Untuk membuat taman kering lebih hidup, Anda bisa menaruh artwork. Patung, atau benda-benda seni lainnya bisa Anda kreasikan untuk mendekorasi taman kering. Namun, pastikan juga kebersihannya, jangan sampai debu dan sarang laba-laba bersarang di artwork yang dapat mengurangi keindahan taman kering di rumah Anda.

Pencahayaan

Taman kering yang minim cahaya akan membuat rumah menjadi lembap dan tampak suram. Jika memang rumah Anda minim bukaan, Anda bisa mengakalinya dengan menghadirkan skylight. Cahaya alami dapat membantu ruangan tidak lembap sehingga menghambat pertumbuhan lumut di bebatuan yang ada di taman kering. Untuk malam hari, Anda bisa memanfaatkan lampu taman atau lampu sorot untuk membuat tampilan taman kering semakin cantik.
sumber: majalahasri.com

Selasa, 07 Juni 2016

Rumah Tropis Konsep Basah dan Kering

Rumah Tropis Konsep Basah dan Kering

Bangunan di wilayah tropis akan banyak diterpa paparan sinar matahari. Namun, ada perbedaan antara bangunan di iklim tropis basah dan kering. Semua bentuk bangunan tersebut tidak lain untuk memberikan kenyamanan penghuninya.
Bangunan dan iklim memiliki kaitan yang sangat erat. Pasalnya, bentuk bagunan tidak sekedar sedap dipandang mata. Kenyamanan penghuni menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingan. Hal ini tidak lain. agar mereka betah tinggal di rumah.
Desain arsitektur rumah tropikal merupakan desain yang banyak dikembangankan mengingat banyak masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Bukaan lebar untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih leluasa merupakan ciri khas bangunan tropis. Namun tidak itu saja, karena ada perbedaan iklim tropis, seperti di Indonesia dan kawasan negara-negara Mediterania. Indonesia memiliki iklim tropis panas cenderung lembab karena curah hujan yang tergolong tinggi. Sedangkan, kawasan Mediterani memiliki iklim tropis panas cenderung kering. Perbedaan iklim tersebut akan berefek terhadap perbedaan bentuk bangunan.
Untuk kondisi Indonesia, Probo Hindarto, arsitek dari astudio architect, sebuah biro arsitek di Malang mengatakan bahwa atap memiliki fungsi utama agar rumah terasa lebih nyaman. “Atap dibuat miring agar dapat melindungi panas,” ujar dia yang dihubungi Kamis (30/6). Kemiriangan atap digunakan untuk menyimpan panas antara atap dan plafon. Sehingga, panas tidak langsung masuk ke ruang-ruang di dalam rumah yang terletak di bawah atap.
Selain itu, kemiringan atap dapat dimanfaatkan agar air hujan tidak menggenang di atas tanah. Hujan yang turun mengenai atap dapat langsung turun ke tanah. Selain itu, atap sekaligus dapat sebagai tampias untuk jendela maupun pintu agar tidak langsung terkena air hujan.
Lapang-dengan-Fasad-Modern-Tropis
Selain secara tipologi bangunan, dinding rumah dapat dibuat dengan ketinggian di atas rata-rata. Dengan begitu, tembok yang mengelilingi di dalam ruangan akan terlihat lebih tinggi selain itu ventilasi udara lebih lancar. Alhasil, ruangan akan terasa lebih nyaman dan sejuk. Penghuni rumah tidak perlu repot-repot memasang pendingin udara.
Dari segi interior, perkakas yang terbuat dari bahan alam akan membuat ruangan terasa lebih sejuk. “Interior dapat dibuat dari batu alam maupun unsur kayu-kayuan,” ujar arsitek yang banyak membuat desain arsitektur rumah bergaya tropis moderen dengan meminimalkan detail dan lebih banyak bermain pada komposisi ini.
Pohon merupakan unsur alami yang dapat digunakan untuk memberikan kesejukan dan menambah estetika rumah. Pohon dapat ditempatkan di sekitar halaman rumah untuk mengurangi panas matahari. Selain itu, pohon dapat ditempatkan di dalam ruangan untuk menambah sejuk suasana rumah.
Saat ini, beberapa desain rumah dilengkapi dengan kisi untuk meredam panas sinar matahari. Biasanya, kisi dipasang di depan jendela sehingga panas sinar matahari tidak langsung menembus kaca maupun tembok. Suhu udara di dalam ruangan dapat lebih dikendalikan selain itu dapat menghemat penggunaan pendingin ruangan.
Jika iklim tropis di Indonesia lebih banyak diatasi dengan atap miring maupun tembok bangunan yang dibuat miring. Di daerah Mediterania, rumah-rumah justru dibuat tanpa kanopi dengan atap gundul. “Karena di daerah tersebut jarang hujan,” ujar Probo. Namun sebagai gantinya, tembok bangunan dibuat lebih tebal untuk mengurangi panas sinar matahari. Sehingga meski, rumah tampak seperti kepompong namun tetap nyaman sebagai tempat tinggal karena pasalnya, rumah sesuai dengan iklim di negara setempat. 
sumber: koran-jakarta.com